Blogroll

Sabtu, 06 Oktober 2012

Bendungan Pintu Sepuluh Cisadane

Bendungan Pintu Sepuluh Cisadane - Pemerintah Belanda membangunnya selama enam tahun, sejak 1925 hingga 1931, dengan mendatangkan para pekerja dari Cirebon. Bendungan ini bertujuan untuk mengatur aliran sungai Cisadane hingga membuat Tangerang menjadi kawasan pertanian yang subur. Dari bendung ini, air didistribusikan untuk irigasi dan sumber air baku bagi kawasan Tangerang. Sebagian besar dialirkan ke muara Sungai Cisadane di Tanjung Burung (Teluk Naga) menuju ke Laut Jawa. Bangunan sepanjang 110 meter ini membentang di Kali Cisadane tepatnya di daerah Pasar Baru.

Bendung ini sekarang dikelola oleh Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Cisadane-Ciujung, Kota Tangerang. Dari sini pula, para petugas BPSDA menjaga ketinggian air untuk mencegah banjir. Batas ketinggian air normal di bendungan ini adalah 12,5 meter. Ketika terjadi banjir bandang yang melanda Kota Tangerang pada 1981, ketinggian air di Pintu Air Sepuluh ini mencapai 14 meter, kendati seluruh pintunya sudah dibuka.

Sedangkan di musim kemarau, ketinggian air bisa mencapai 11 meter.

Bendungan Pintu Sepuluh Cisadane
Sungai Cisadane merupakan salah satu sungai lintas Provinsi yang melalui wilayah Provinsi Jawa Barat dan Baten. Sungai ini bersumber dari kaki Gunung Salak dan Gunung Pangrango yang mengalir kearah utara melalui kota Bogor, Ciampera, Tangerang dan berakhir di muara Laut Jawa. Sungai Cisadane mempunyai anak sungai antara lain : Cisodong, Cibogo, Citempuan, Ciaten, Cisidangbarang, Cipanas, dan lain sebagainya. Debit minimun Sungai Cisadane adalah 26,54 m3/s dan maksimum adalah 484, 43 m3/s. Adapun manfaat air sungai Cisadane adalah : sebagai sumber air minum, sumber air baku industri, dan untuk keperluan domestik.

Dengan daerah tangkapan seluas 1.100 km2, sungai Cisadane merupakan salah satu sungai utama di Propinsi Banten dan Jawa Barat. Sumbernya berada di Gunung Salak – Pangrango (Kabupaten Bogor, sebelah Selatan Kabupaten Tangerang) dan mengalir ke Laut Jawa. Panjang sungai sekitar 80 km.

Fluktuasi aliran Sungai Cisadane sangat bergantung pada curah hujan di daerah tangkapannya. Aliran yang tinggi terjadi saat musim hujan dan menurun saat musim kemarau. Antara tahun 1971 dan 1997, berdasarkan pemantauan di Stasiun Pengamat Serpong, aliran sungai terendah yang pernah terjadi tercatat sebesar 2,93 m³/detik di tahun 1991 dan tertinggi 973,35 m3/detik pada tahun 1997.

Berdasarkan catatan bulanan antara tahun 1981 dan 1997, aliran minimum terjadi antara bulan Juli dan September, dengan rata-rata aliran di bawah 25 m³/detik.

Pada saat ini Sungai Cisadane diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi industri, irigasi dan air minum di wilayah ini.

Namun demikian peningkatan pencemaran akibat kegiatan industri dan domestik termasuk pembuangan limbah cair secara ilegal, mengakibatkan pengolahan air menjadi semakin mahal dan sulit untuk dilakukan. - Bendungan Pintu Sepuluh Cisadane.

-----------------------------------------------------
Bendungan Pintu Sepuluh Cisadane
Source : Situs Pengolahan Air Baku
Repost by rulianto-2012

0 komentar:

Posting Komentar